Sabtu, 15 Juni 2013

Refleksi


Rewrite from Whatsapp message by unknown:

Hendaknya, semakin banyak tuntutan amal dan semakin beratnya beban amanah, kita semakin memperhatikan ibadah yaumiyah kita. Dan seharusnya amanah-amanah kita menjadikan tadribat untuk kita agar semakin dekat dengan Allah.

Perhatikanlah seorang aktivis dakwah, terutama qiyadah dengan kadar bebannya masing-masing. Entah itu Presiden BEM, Ketua LD, atau bahkan anggota Majelis Syuro. Perhatikan ibadah yaumiyahnya.

Apabila antum lihat catatan yaumiyahnya sangat memprihatinkan, dapat dipastikan ‘umur’nya dalam jamaah ini akan habis sebentar lagi. Tidak akan lama.

Karena sejatinya orang yang penuh dengan aktivitas, pasti butuh asupan energi. Ketika ia jauh dari ibadah, ia pasti akan mencari sumber energi lain yang malah semakin menjauhkannya dari dakwah. Maka, bermunculanlah kasus-kasus seperti VMJ, munculnya kesombongan dan enggan diatur saat ia tidak lagi menjadi qiyadah.

Sungguh, banyak ikhwah kita bermentalan karena alasan pertentangan pribadi yang seharusnya sudah beres apabila ia memaknai amal jama’i.

Maka, jadikanlah amanah-amanah antum sebagai sarana untuk taqarub ilallah. Maknailah sebagai sarana dari Allah untuk memperbesar kapasitas antum. Apabila mulai merasa jenuh, jangan terburu-buru menyalahkan saudara-saudara dalam dakwah. Evaluasi dulu ibadah antum.

Menjadi qiyadah artinya menjadi tempat bersandar bagi para jundi. Dan siapa yang menjadi tempat bersandar bagi para qiyadah? Cuma Allah. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar