Sabtu, 12 Maret 2016

Bengkulu, Meniti Jejak Masa Lalu



Setiap orang pasti memiliki masa lalu, baik masa lalu yang indah maupun suram. Beruntung jika Anda memiliki masa lalu yang indah. Sebaliknya, jika masa lalu Anda suram, belajarlah darinya dan temukan masa depan yang cemerlang. Itu!

NO.. Saya tidak sedang menjadi motivator. Saya hanya ingin membagi cerita tentang ‘perjalanan sisipan’ (karena tujuan utamanya bukan untuk itu) saya ke Bengkulu yang penuh dengan tinggalan masa lalu.

Mendengar kata “Bengkulu”, pasti pikiran kita langsung terbang menuju bunga Rafflesia arnoldii. Memang benar. Bunga tersebut merupakan bunga raksasa langka yang hanya ada di Indonesia dan ditemukan secara tidak sengaja oleh Dr. Joseph Arnold dalam sebuah ekspedisi warga Inggris pada tahun 1818 di hutan tropis Bengkulu. Adapun pemimpin ekspedisi tersebut adalah Sir Thomas Stamford Bingley Raffles, Gubernur-Letnan Hindia Belanda. Maka, bunga padma raksasa hasil temuan mereka diberi nama latin Rafflesia arnoldii. Bunga tersebut adalah salah satu bukti dari sekian jejak Inggris di Bengkulu. Tak hanya Inggris, Belanda dan Jepang pun meninggalkan jejak di Bengkulu. Beruntung, minggu lalu saya menyempatkan diri mengunjungi jejak-jejak tersebut.

Minggu, 28 Februari 2016

Kantong Plastik Berbayar, Mengapa dan Bagaimana? (Bag. 2)



1.      Jika objek yang harus dibayar adalah plastik, bagaimana dengan plastik kemasan makanan, mie, minyak goreng, sabun, dll?
Jika bungkus kemasan dikenakan bayar, tentu harga barang akan naik. Setiap orang pasti tidak mau hal tersebut terjadi. Jika Anda berpikir bahwa hal tersebut tidak masalah agar semua plastik yang dikenakan bayar dipukul rata sehingga terjadi pengurangan penggunaan plastik, pikirkan lebih dalam lagi.


seputarhargaterkini.com

Kantong Plastik Berbayar, Mengapa dan Bagaimana? (Bag. 1)



malesbanget.com


Memperingati “Hari Peduli Sampah” yang jatuh pada tanggal 21 Februari 2016, semua minimarket, supermarket, dan hypermarket mulai menerapkan program kantong plastik berbayar. Hal tersebut adalah hasil kesepakatan dari hasil pertemuan antara Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PSLB3 - KLHK), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Seluruh Indonesia (APRINDO) pada tanggal 16 Februari 2016 di kantor KLHK, yang dituangkan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal PSLB3 KLHK Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016. Dalam surat edaran tersebut, disebutkan bahwa telah disepakati harga jual kantong plastik seharga Rp 200,00 per lembar selama masa uji coba 3 bulan.

Jumat, 29 Januari 2016

Palu, Mutiara Indah yang Belum Terasah



Tiga bulan yang lalu, saya mengunjungi Palu karena sebuah tugas, yaitu mendampingi Prof. Alvi Syahrin, Prof. Tan Kamello, dan Prof. Asep Warlan Yusuf yang akan menjadi ahli pada sidang kasus pencemaran lingkungan PT Pusaka Jaya Palu Power, juga bersama Bu Rini sebagai senior saya. Saya ditugaskan oleh Bu Rini untuk memesankan tiket pesawat dan hotel. Subhanallah, betapa susahnya mencari tiket Garuda Indonesia dan hotel bintang empat untuk para ahli. Emang ada acara apa sih di Palu? Ooohh.. Sail Tomini. Kabarnya, Pak Presiden akan menginap di Hotel Mercure. Maka dari itu, hotel-hotel yang ditawarkan di internet sudah penuh.
Dengan sedikit trik, kami berangkat dalam dua tim. Tim pertama, Bu Rini dan Prof. Alvi berangkat dahulu dengan Citilink yang transit di Makassar pada Hari Rabu, 16 September 2015. Sedangkan tim lain, saya, Prof. Tan dan istrinya (beliau mengajak istrinya karena baru saja operasi), serta Prof. Asep berangkat naik Lion Air keesokan harinya. Alhamdulillah, untuk hotelnya, kami mendapatkan tempat di Hotel Grand Duta berkat bantuan dari pegawai BLH Kota Palu.

Selasa, 26 Mei 2015

Kupas Tuntas "Jumong: The Book of The Three Hans" (Bag. 4)



Well, sekarang saya mau membahas satu per satu tokoh yang penting dalam serial ini. Mereka telah memainkan peran mereka dengan sangat apik.

Prince Jumong / King Dongmyeong (Song Il Kook)
 
Jumong, the skilled archer

Jumong adalah anak kandung dari Jenderal Hae Mo Su, pahlawan bagi Gojoseon, dan Lady Yuhwa, anak pemimpin Klan Habaek. Karena Hae Mo Su dinyatakan mati, Geumwa mengangkatnya sebagai anak dan menjadi seorang pangeran di Buyeo. Sayangnya, sampai berumur 20 tahun, Jumong tumbuh menjadi pangeran yang pengecut, lemah, dan suka menggoda dayang kerajaan. Hidupnya kemudian berubah setelah melihat Damul Bow dan merasa bersalah telah mematahkannya. Ternyata, Damul Bow tersebut memang ditakdirkan menjadi milik Jumong di kemudian hari.

Minggu, 24 Mei 2015

Kupas Tuntas "Jumong: The Book of the Three Hans" (Bag. 3)



Kisah Cinta

Drama tanpa kisah cinta itu seperti sayur tanpa garam hehe. Kisah cinta yang paling utama dalam serial ini adalah kisah cinta antara Jumong dan So Seo No. Namun, serial ini tidak terlalu menjadikan kisah cinta mereka sebagai center point. Bandingkan dengan sageuk lain seperti “Empress Ki” atau “The Moon that Embraces the Sun” yang bisa disebut ‘kisah cinta berkostum Joseon’. Meskipun begitu, kisah cinta Jumong dan So Seo No tetap bisa membuat kita boros tissue.

Kupas Tuntas "Jumong: The Book of the Three Hans" (Bag. 2)



Secara keseluruhan, ada beberapa hal menarik yang saya soroti dalam serial Jumong ini:

Idealisme dan Lust of Power
Poin utamanya adalah “kejayaan Gojoseon di masa lalu”. Bangsa Han yang digambarkan jahat dan bengis, mencaplok wilayah-wilayah yang dulu dikuasai oleh Dinasti Gojoseon. Para tahanan perang Gojoseon disiksa bahkan dibantai tanpa ampun oleh Bangsa Han. Hae Mo Su dan Pangeran Geumwa bertekad untuk mengusir Bangsa Han dari wilayah yang dulu milik Gojoseon serta membebaskan semua tahanan perang. Namum, mimpi itu perlahan menghilang ketika Hae Mo Su dibutakan dan dinyatakan meninggal.
Jumong hidup dalam istana Buyeo yang penuh dengan konflik internal. Raja Geumwa dan selirnya, Yuhwa, membantu Jumong mengalahkan Bangsa Han. Geumwa sangat menyayangi Jumong seperti anaknya sendiri, melebihi cintanya kepada anak kandungnya, yaitu Daeso dan Youngpo. Maka, mereka menjadi pengkhianat Buyeo. Bangsa Han yang seharusnya menjadi musuh Buyeo, justru dijadikan teman. Mereka juga membunuh sahabat sejati Geumwa, Hae Mo Su.