Keesokan harinya,
kami bangun pukul 4.30 WIB kemudian shalat shubuh. Kami harus bergegas menuju
Hutan Mati untuk menikmati sunrise kemudian
dilanjutkan menuju Tegal Alun dan puncak, jika masih ada waktu. Tidak perlu membawa barang-barang
terlalu banyak karena tanjakan dari Hutan Mati menuju Tegal Alun cukup curam.
![]() |
| Eh dua orang sebelah kiri bikin ngiriii :p |
Satu yang khas dari Gunung Papandayan adalah Hutan Mati. Seperti namanya, hutan mati terdiri dari pohon-pohon cantigi yang telah mati terbakar akibat erupsi Gunung Papandayan pada tahun 2002. Hutan Mati terhampar luas dengan sisi timur langsung berhadapan dengan jurang. Maka, hati-hati jika ingin menikmati sunrise. Tetap waspada karena di tepi jurang ini tidak ada dinding pengaman, tetapi justru tebing yang rawan longsor.



